Tips Menghindari Ketagihan Pinjam Online ke Fintech

0

Screen Shot 2019-04-06 at 4.18.33 PM

Selain bisa mempermudah, fasilitas pinjam online yang banyak ditawarkan fintech juga bisa bikin ketagihan. Yang awalnya sebelum pinjam uang ditimbang-timbang dengan matang, banyak orang yang sekarang, butuh uang sedikit langsung download aplikasi dan pinjam uang ke fintech. Tanpa membaca atau melakukan riset tentang bagaimana kredibilitas dan keamanan fintech tersebut.

Dari kasus soal pinjam online uang yang sudah-sudah, ketagihan pinjam ke fintech membawa dampak kerugian yang cukup banyak. Mulai dari gali lubang tutup lubang: pinjam online ke fintech satu lalu membayarnya dari uang pinjaman fintech lainnya, telat bayar, hingga masalah data pribadi yang disebarluaskan untuk kepentingan penagihan.

Supaya nggak ketagihan dan terus-terusan pinjam uang ke fintech, terutama bagi kamu yang baru niat coba-coba, tips berikut ini bisa membantu.

Gunakan fintech yang sifatnya all in one

Ada ratusan fintech yang saat ini aplikasinya beredar di Google Play Store atau App Store dan bisa kamu download dengan mudah. Tetapi, fintech yang terpercaya dan terjamin keamanannya, masih bisa dihitung jari jumlahnya. Per Februari 2019, dari data yang diterbitkan OJK, baru ada sekitar 99 fintech yang mendaftarkan perusahaannya secara resmi. Artinya, kamu harus lebih cermat memilih fintech.

Pada intinya, semua fintech punya satu fasilitas kredit: pinjaman uang online yang cairnya cepat. Untuk menghindari coba-coba lebih dari satu aplikasi, sebaiknya, langsung cari aplikasi yang sifatnya all in one. Selain bisa pinjaman, juga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan lain. Seperti Kredivo yang bisa digunakan untuk belanja cicilan s.d 12 bulan di merchant online (Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dsb), beli tiket pesawat, pulsa, paket data, dan token listrik, bayar makanan di restoran, sampai pinjaman online uang tunai.

Dengan pakai fintech yang all in one seperti Kredivo, bisa membantu kamu meminimalisir niat untuk coba-coba fintech lainnya. Selain itu, Kredivo juga menggunakan teknologi enkripsi data yang menjamin semua keamanan data pribadi dan transaksi pengguna. Persyaratan daftarnya juga mudah, kamu wajib berusia minimal 18 tahun, punya penghasilan tetap per bulan minimal Rp 3 juta, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Kamu juga memerlukan beberapa dokumen untuk mendaftar Kredivo seperti KTP, akun internet banking, dan akun e-commerce yang sudah ada riwayat transaksinya misalnya akun Tokopedia, Lazada, dsb. Download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store untuk mendaftar. Ketika daftar kamu akan diberi dua pilihan akun: Akun Basic dan Akun Premium. Untuk Akun Basic, kamu cuma perlu mengupload KTP dan form data diri, sementara untuk Akun Basic, kamu perlu menghubungkan akun internet banking sebagai bukti penghasilan dan akun e-commerce sebagai bukti tempat tinggal.

Proses pendaftarannya nggak sampai 10 menit, dan proses approvalnya juga maksimal hanya 1 x 24 jam. Setelah diapproved, kamu bakal langsung dapat limit kredit nontunai yang bisa digunakan untuk belanja cicilan atau pinjaman tunai. Pinjaman tunai di Kredivo ada dua jenis: pinjaman mini dan pinjaman jumbo

Untuk pinjaman mini, kamu bisa pinjam minimal Rp 500 ribu dengan tenor pengembalian maksimal 30 hari. Sementara untuk pinjaman jumbo, kamu bisa pinjam minimal Rp 1 juta dengan pilihan tenor pengembalian 3 bulan atau 6 bulan. Suku bunganya hanya 2,95% per bulan, baik untuk cicilan barang ataupun cicilan pinjaman tunai. Besaran pinjaman maksimal yang bisa kamu ajukan untuk pinjaman jumbo tergantung pada ketersediaan limit kreditmu untuk tenor 6 bulan. Apabila kamu mendapat limit Rp 30 juta dari Kredivo dan tersedia Rp 17 juta untuk tenor 6 bulan, maka artinya kamu bisa pinjam uang maksimal sampai Rp 17 juta.

Pahami bahwa menggunakan fintech artinya meminjam, bukan penghasilan

Jangan sampai senang di awal, susah di akhir. Usahakan hanya pinjam ke fintech apabila ada kebutuhan yang benar-benar darurat yang tidak bisa ditunda, bukan kebutuhan yang konsumtif. Pinjaman uang dari fintech, meski mudah didapat, tapi bukan artinya bisa digunakan setiap saat apalagi untuk memenuhi kebutuhan harian seperti uang makan atau biaya sewa tempat tinggal. Statusnya adalah uang pinjaman, bukan penghasilan. Dan sewajibnya pinjaman, harus dibayar sesuai dengan jumlah dan tenor yang telah disepakati.

Pahami bahwa membayar pinjaman ke fintech harus dari penghasilan, bukan uang pinjaman lainnya

Jangan mentang-mentang banyak fintech pinjam online uang, kamu malah memanfaatkannya untuk gali lubang tutup lubang, pinjam uang ke fintech satu dan bayar dari fintech lain. Dari kasus yang sudah-sudah, kebiasaan ini akan membuat kondisi keuangan jadi semakin berantakan. Oleh karena itu, wajib hukumnya meminjam dengan penuh pertimbangan. Kalau pinjamanmu sudah lebih dari 30% peghasilan, artinya kamu sudah besar pasak dari pada tiang. Maka dari itu, kamu tidak dalam kondisi layak untuk meminjam dana lagi. Solusi yang paling memungkinkan adalah dengan mencari pekerjaan tambahan atau bisnis sampingan agar kondisi keuangan kembali pulih, bukan dengan mengandalkan fintech.

Leave a Reply

IBX593117960F0AC
© 2019 GecoPower.Com. All rights reserved.
Proudly designed by Theme Junkie.